Pagi ini ada undangan dari Bu Asri salah satu manajer di Kantor saya Universitas Paramadina untuk menghadiri sharing pengalaman tentang Komite Etik KPK yang dipimpin langsung oleh Pak Anis Baswedan selaku Rektor Universitas Paramadina.
Isu KPK itu memang selalu menjadi Trending Topic di negara kita Indonesia yang tercinta ini. Karena lembaga tersebut sangat pro kepada masyarakat untuk membasmi para koruptor. Dan salah satunya itu ya kasus yang dibicarakan ini di kantor saya.
Adanya Pak Anis Baswedan selaku ketua dari komite etik KPK ini, ceritanya ingin sharing kepada rekan-rekan di Paramadina. Pada saat saya mendapatkan undangan tersebut di milis Paramadina, saya sangat tertarik sekali untuk hadir dalam sharing tersebut. Alhamdulillah pas hari H, pagi-pagi jam 9 saya ditanya sama mba Rahma.
"cit, ga ikut sharingnya Pak Anis?".
"pengen mba".
"ya udah ijin aja sama Bu Emmy".
(daripada saya ga ikut sharing itu, saya muka tembok aja deh memberanikan diri untuk ijin sama manajer saya Bu Emmy, kebetulan memang saya sedang kosong kerjaan)
"Bu, citra boleh ikut sharing dari Pak Anis ga?"
Bu Emmy bilang, "boleh kok, ikut aja cit. Saya pengen ikut tapi saya males turun kebawah".
(alhamdulillah boleh, hehehe)
Dan langsung tuh saya whatsapp Nicky untuk ngajakin bareng, dan maulah si Nicky untuk ikutan juga. Horeee...
Seneng sih, Appreciate gitu bisa berbincang-bincang tentang pengalaman yang menjadi isu hangat belakangan ini di KPK. Pak Anis menjelaskan kronologi yang beliau alami sangat-sangatlah detail. Hanya berjarak ga sampai 1 meter saya dengan Pak Anis, alias duduknya cuma selang 1 bangku dengan saya. Saya benar-benar menatap salah satu tokoh idola saya Bapak Anis Baswedan, PhD.
Sekitar 2,5 jam beliau menceritakan kronologi kasus AU tersebut kepada kita semua di ruang granada. Sangat serius sekali saya mendengarkan beliau. Saya bangga sekali kepada beliau yang menjelaskan kronologi tersebut dengan bahasa yang sederhana namun diselingi dengan istilah-istilah bahasa inggris yang sangat asing bagi saya. Beliau sungguh tokoh muda Indonesia yang patut dijadikan contoh, karena dengan ilmunya yang sudah sampai gelar PhD (Philosophy of Doctor). Terbukti dengan cara dia berbicara, bersikap dan beritelejensi pada saat menceritakannya kepada kami. Apalagi pada saat dia berada di khalayak ramai saat mengungkap kasus sprindik tersebut. Selebih lagi pada saat dia berpidato di luar negeri dengan bahasa inggris yang benar-benar jempolan deh.
Hebat sekali dirimu pak, sangat menginspirasi saya.
Mudah-mudahan seminimal mungkin saya mengikuti jejak beliau.
Amin.
No comments:
Post a Comment